Bab 2.07 Kewajiban Istri Terhadap Suami

  1. Allah Taala berfirman yang bermaksud:
    “Kaum laki-laki itu pemimpin wanita. Karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) alas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan harta mereka. Maka wanita yang solehah ialah mereka yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada menurut apa yang Allah kehendaki. ”
    “Wanita-wanita yang kamu kuatirkan akan durhaka padamu, maka nasehatilah mereka (didiklah) mereka. Dan pisahkanlah dari tempat tidur mereka (jangan disetubuhi) dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu bersikap curang. Sesungguhnya Allah itu Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (An Nisa : 34)
  2. Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
    “Siapa saja isteri yang meninggal dunia, sedangkan suaminya redha terhadap kepergiannya, maka ia akan masuk Surga.”
    (Riwayat Tarmizi)
  3. Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
    “Apabila seorang isteri telah mendirikan sholat lima waktu dan berpuasa bulan Ramadhan dan memelihara kehormatannya dan mentaati suaminya, maka diucapkan kepadanya: Masuklah Surga dari pintu surga mana saja yang kamu kehendaki.”
    (Riwayat Ahmad dan Thabrani)
  4. Seorang perempuan datang ke hadapan Nabi SAW lalu berkata, “Wahai Rasulullah SAW, saya mewakili kaum wanita untuk menghadap tuan (untuk menanyakan tentang sesuatu). Berperang itu diwajibkan oleh Allah hanya untuk kaum laki-laki, jika mereka terkena luka, mereka mendapat pahala dan kalau terbunuh, maka mereka adalah tetap hidup di sisi Allah. lagi dicukupkan rezekinya (dengan buah-buahan Surga). Dan kami kaum perempuan selalu melakukan kewajiban terhadap mereka (yaitu melayani mereka dan membantu keperluan mereka) lalu apakah kami boleh ikut memperoleh pahala berperang itu?
    Maka Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Sampaikanlah kepada perempuan-perempuan yang kamu jumpai bahwa taat kepada suami dengan penuh kesadaran maka pahalanya seimbang dengan pahala perang membela agama Allah. Tetapi sedikit sekali dari kamu sekalian yang menjalankannya.”
  5. Sayidina Ali k.w.j. berkata: “Seburuk-buruk sifat bagi kaum laki laki itu adalah sebaik-baik sifat bagi kaum perempuan yaitu kikir dan bersikap keras dan takut. Karena sesungguhnya perempuan itu jika kikir, maka ia memelihara harta suaminya dan jika bersikap keras, maka ia menjaga diri dari berbicara kepada setiap orang dengan perkataan yang halus (mesra) yang menimbulkan sangkaan yang buruk, dan jika penakut. maka ia takut dari segala sesuatu, oleh karena itu ia tidak berani keluar dari rumahnya dan ia menjauhi tempat-tempat yang menimbulkan kecurigaan yang buruk karena takut kepada suaminya“.
  6. Seharusnya seorang isteri mengetahui kedudukan dirinya seolah olah seorang ‘hamba’ perempuan yang dimiliki oleh suaminya atau sebagai ‘tawanan’ yang lemah. Oleh karena itu dia tidak boleh membelanjakan sedikit pun dari hartanya (sendiri) kecuali dengan seijin suaminya karena ia diumpamakan sebagai orang yang dalam kawalan (perhatian).
  7. Wajib bagi seorang isteri:
    • Merendahkan pandangannya terhadap suaminya.
    • Tidak berkhianat terhadap suaminya ketika suaminya tidak ada termasuk juga hartanya.
    • Menunaikan hajat suami (jika diajak oleh suaminya) biarpun di waktu sibuk atau susah (ditamsilkan berada di punggung unta oleh Rasulullah).
    • Meminta ijin suami untuk keluar dari rumahnya. Kalau keluar rumah tanpa ijin suaminya maka dia dilaknati oleh malaikat sampai ia bertaubat dan kembali.
  8. Diceritakan dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda, maksudnya:
    “Sungguh-sungguh meminta ampun untuk seorang isteri yang berbakti kepada suaminya yaitu burung di udara, ikan-ikan di air dan malaikat di langit selama ia selalu dalam kerelaan suaminya. Dan siapa saja dikalangan isteri yang tidak berbakti kepada suaminya, maka ia mendapat laknat dari Allah dan malaikat serta semua manusia. “
  9. Siapa saja di kalangan isteri yang bermuka masam di hadapan suaminya, maka ia dalam kemurkaan Allah sampai ia dapat membuat suasana yang menggembirakan suaminya dan memohon kerelaannya.
  10. Aisyah r.ha berkata:
    “Wahai kaum wanita Seandainya kamu mengerti kewajiban terhadap suamimu, tentu seorang isteri akan menyapu debu dari kedua telapak kaki suaminya dengan sebagian mukanya.”
  11. . Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
    Tiga orang yang tidak diterima sholatnya (tidak diberi pahala sholatnya) oleh Allah dan tidak diangkat kebaikan mereka ke langit ialah: hamba yang lari dari tuannya hinggalah dia kembali, seorang isteri yang dimurkai oleh suaminya hinggalah dia memaafkannya, orang yang mabuk hingga dia sadar kembali.
  12. Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
    “Jika seorang isteri berkata kepada suaminya: Tidak pernah aku melihat kebaikanmu sama sekali, maka hancur leburlah pahala amal kebaikannya.”
    Keterangan:
    Maksud Hadis ini ialah jika seorang isteri memperkecilkan usaha baik suaminya seperti dalam memberi nafkah dan memberi pakaian maka hancur leburlah pahala amal kebaikannya.
  13. Nabi Muhammad SAW bersabda, maksudnya:
    “Siapa saja isteri yang meminta cerai dari suaminya tanpa sebab-sebab yang sangat diperlukan, maka haramlah bau Surga ke atasnya.”
    Keterangan:
    Hal ini biasanya terjadi pada seorang isteri yang tidak berminat kepada suaminya lagi kecuali kalau dia meminta cerai kepadanya karena kuatir tidak dapat menjalankan kewajiban terhadap suaminya untuk menghindarkan diri dari kekecewaan suaminya.
  14. Nabi SAW bersabda maksudnya:
    “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada seorang isteri yang tidak bersyukur kepada suaminya.”
    Keterangan:
    Hal ini biasa terjadi pada suami yang miskin dan isteri yang kaya. Lalu isteri itu menafkahkan hartanya kepada suaminya, kemudian mengungkitnya.
  15. Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
    “Pertama urusan yang ditanyakan kepada isteri pada hari Kiamat nanti ialah mengenai sholatnya dan mengenai urusan suaminya (apakah ia menjalankan kewajibannya terhadap suaminya atau tidak). “
  16. Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
    “Empat perempuan yang berada di Neraka ialah:
    Perempuan yang kotor mulutnya terhadap suaminya. Jika suaminya tidak ada di rumah ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminya bersamanya ia memakinva (memarahinya). Perempuan yang memaksa suaminya untuk memberi apa yang suami tidak mampu.
    Perempuan yang tidak menjaga auratnya dari kaum laki-laki dan memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik kaum laki laki).
    Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan minum dan tidur, dan ia tidak mau berbakti kepada Allah dan tidak mau berbakti kepada Rasul-Nya dan tidak mau berbakti kepada suaminya.”

    Keterangan:
    Seorang perempuan yang bersifat dengan sifat-sifat ini akan dilaknati kecuali jika dia bertaubat.
  17. Al Hakim bercerita bahwa seorang perempuan berkata kepada Nabi SAW: “Sesungguhnya putera bapa saudaraku melamarku. Oleh karena itu berilah peringatan kepadaku apa kewajiban seorang isteri terhadap suaminya. Kalau kewajiban itu sesuatu yang mampu aku jalankan, maka aku bersedia dinikahkan.” Maka Baginda bersabda: “Kalau mengalir darah dan nanah dari kedua lubang hidung suaminya lalu (isteri) menjilatnya, maka itu pun belum dianggap menjalankan kewajibannya terhadap suaminya. Seandainya diperbolehkan untuk manusia bersujud kepada manusia lain, tentu aku perintahkan :seorang isteri bersujud kepada suaminya.”
    Berkatalah perempuan itu, “Demi Tuhan yang mengutus Tuan, aku tidak akan menikah selama dunia ini masih ada.”
  18. Imam Thabrani menceritakan bahwa seorang isteri tidak dianggap menjalankan kewajibannya terhadap Allah hingga ia menjalankan kewajibannya terhadap suaminya, dan seandainya suami memintanya (untuk digauli) sedang ia (isteri) di atas belakang unta maka tidak boleh dia menolaknya.
  19. Sayidina Ali k.w.j. berkata: “Aku masuk ke rumah Nabi SAW berserta Fatimah lalu aku dapati Baginda sedang menangis tersedu-sedu, kemudian aku berkata: “Tebusan Tuan adalah ayahku dan ibuku wahai Rasulullah, apakah yang membuat Tuan menangis?” Baginda bersabda, “Wahai Ali! Pada malam aku diangkat ke langit aku melihat kaum perempuan dari umatku disiksa di Neraka dengan bermacam-macam siksaan, lalu aku menangis karena begitu berat siksaan mereka yang aku lihat. Aku melihat perempuan yang digantung dengan rambutnya serta mendidih otaknya. Dan aku melihat perempuan yang digantung dengan lidahnya sedangkan air panas dituangkan pada tenggorokannya.
    Dan aku melihat perempuan yang benar-benar diikat kedua-dua kakinya sampai kedua-dua susunya dan diikat kedua-dua tangannya sampai ubun-ubunnya dan Allah mengarahkan ular ular dan kalajengking menyengatinya. Dan aku melihat seorang perempuan yang berkepala babi dan bertubuh keledai dan ia ditimpakan sejuta siksaan. Dan aku melihat seorang perempuan berbentuk anjing dan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya (jalan belakang) sementara malaikat memukul kepalanya dengan tongkat besar dari api Neraka
    .” Lalu Sayidatina Fatimah Az Zahra r.ha berdiri dan berkata, “Wahai kekasihku dan cahaya mataku! Perbuatan apa yang dilakukan oleh mereka hingga ditimpa seksaan ini?” Maka Nabi SAW bersabda: “Wahai anakku! Adapun perempuan yang digantung rambutnya itu adalah karena dia tidak menutupi rambutnya dari pandangan kaum laki-laki ajnabi.
    Adapun perempuan yang digantung dengan lidahnya karena dia telah menyakiti suaminya.
    Adapun perempuan yang digantung kedua-dua susunya karena dia telah mempersilahkan (orang lain) untuk menduduki tempat tidur suaminya.
    Adapun perempuan yang diikat kedua-dua kakinya sampai keduadua susunya dan diikat kedua-dua tangannya sampai ke ubun ubunnya dan Allah mengarahkan ular-ular untuk menggigitnya dan kala jengking untuk menyengatinya karena dia tidak mandi junub setelah haid dan dia mempermainkan (meninggalkan) sholat. Adapun perempuan yang berkepala babi dan berbadan keledai karena dia adalah ahli adu domba dan pembohong. Adapun perempuan yang berbentuk anjing dan api masuk ke mulutnya dan keluar dari duburnya karena ia ahli umpat lagi penghasut.
    Wahai anakku! Celaka bagi perempuan yang tidak berbakti kepada suaminya.
  20. Seorang isteri hendaklah menyadari bahwa seorang suami bagi isteri adalah bagaikan ayah bagi seorang anak karena taatnya seorang anak kepada ayahnya dan memohon keredhaannya adalah wajib Seorang suami pula tidak wajib mentaati isteri
  21. Menjadi pendorong serta penasehat dalam hal-hal kebaikan.
  22. Memahami hal-hal yang digemari dan yang dibenci oleh suami.
  23. Setiap perbuatannya hendaklah menyenangkan hati suami.
  24. Senantiasa menambahkan ilmu agamanya serta amalan.amalannya dengan berbagai macam cara seperti membaca, mendengar kaset-kaset ceramah agama serta mengikuti majlis- majlis agama.
  25. Demi cinta terhadap suaminya seorang isteri akan melakukan khidmat dan bakti kepada suaminya cara hal yang sebesar. besarnya sampai hal yang sekecil-kecilnya seperti menggunting kuku, memotong kumis, dan meminyakkan rambut suami. Rasulullah SAW pernah berkata kepada Siti Fatimah: “Ya Fatimah, apabila seorang wanita meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya, memotong kumis dan menggunting kukunya maka Allah akan memberinya minum dari air Surga yang mengalir di sungai sungainya dan diringankan Allah baginya sakaratul maul dan akan didapatinya kubumya menjadi sebuah taman yang indah dan taman taman Surga.
  26. Senantiasa menyediakan air di sisi suami. Selama ia berbuat yang demikian selama itulah ia didoakan keampunan oleh para malaikat.
  27. Memasak makanan menurut kesukaan atau selera suami.
  28. Menambal baju atau pakaiannya yang buruk.
  29. Siapkan barang-barang keperluan di dalam sakunya seperti sisir, celak, sikat gigi. cermin dan minyak wangi (ikut Sunnah).
  30. Ikut kemauan suami pada waktu bersenda gurau, memijat, mengipas dan sebagainya.

187 thoughts on “Bab 2.07 Kewajiban Istri Terhadap Suami”

  1. Ketika Bapak dan Ibu kecil, Orang Tua/Mertua Bapak sudah susah payah menjaga Bapak dan Ibu. Sekarang setelah anaknya besar, masih harus menjaga cucu-nya.

    Kalau kerja di luar kota, jika memungkinkan bawa anak istri ke kota tempat bekerja. Rumah kontrakan tentu tidak susah untuk didapat, cari yg sesuai budget.

    Jika tidak memungkinkan untuk dibawa, cari kontrakan di kota asal tentu akan lebih baik.

  2. Setelah Saya mebaca isi dari artikel diatas, hati Saya langsung tersayat dan merasa sedih atas apa yang telah dilakukan oleh Istri Saya terhadap Saya sebagai Suaminya, yaitu telah melanggar sebagian besar apa-apa yang telah dituliskan pada artikel diatas, perlu anda sekalian ketahui sekarang Istri Saya tidak ada dirumah kurang lebih hampir satu bulan lamanya, hal itu dipicu oleh Mertua Saya sendiri yang menginginkan Saya untuk selalu memberi uang kepada Mertua Saya, karena mungkin Saya tidak bisa memberi lebih, maka Mertua Saya dengan sengaja memanfaatkan kelemahan Saya yaitu mengunjang-ganjing rumah tangga Saya yang mana pada dasarnya Saya sangat mencintai Istri Saya, adapun hal-hal yang menjadi pokok permasalahan atas kepergian istri Saya yang tanpa ijin tersebut adalah hal-hal yang sifatnya fiktif atau rangkaian cerita bohong yang dikarang oleh mertua Saya sendiri dengan maksud dan tujuannya adalah agar Istri Saya membenci Saya…………

  3. keluarga-keluarga di zaman Nabi Muhammad rata-rata rukun-rukun saja, karena di zaman itu ada nabi yang memimpin, sehingga para suami rata-rata orang soleh, para istri pula orang solihah. Kebanyakan juga di antaranya adalah orang bertaqwa. Di zaman ini sangat berbeda, agama sudah lemah sehingga sulit menata suatu rumah tangga yang baik.

    Jika ada masalah rumah tangga, para suami hendaklah melakukan introspeksi diri. Periksa dulu apakah Islam dalam diri sudah tegak. Aqidah beres? syariat beres ? akhlaq beres ? Cobalah ditaubatkan satu per satu jika ada kesalahan dalam diri.
    Kemudian periksa kewajiban-kewajiban suami terhadap istri. Referensi: http://kawansejati.ee.itb.ac.id/208-kewajiban-suami-terhadap-istri. Jika ada kewajiban yang belum diusahakan, sangat mungkin akan timbul masalah rumah tangga.
    Setelah itu mundur ke belakang lagi, periksa kembali apakah pernikahan dijalankan sesuai syariat Islam. Jika ternyata ada kesalahan, coba ditaubatkan.

  4. alhamdulillah,aku m’ndapatkan bnyak plajaran yg sngat brharga,
    semoga kelak aku bs mnjadi istri yg sholehah,
    aamiin. . .

  5. ada yang ingin saya kritisi dari point 26 – 30 itu dasarnya kewajiban suami istri untuk mempertahankan rumah tangganya kan?

    jadi kedua2 nya harus sama2 melakukan hal yang menyenangkan bagi keduanya…

  6. Assalamu’alaikum pa.ustd..
    saya mau bertanya,istri meninggalkan rumah krn pada malam harinya kami bertengkar. pas malam jum’at kewajiban suami istrikan sunah hukumnya pa.ustd..tp istri sy menolak dengan nada kasar alasannya cape tp dengan kata2 kasar jawabnya. saya kemudian terdiam dan kembali membujuk istri tp istri tetap kasar menjawab sambil tangannya menyingkirkan sy dgn kasar,lalu sy terbawa emosi lalu kemudian sy menyingkirkan istri sy dgn kaki smbil sy berkata pergi dari sini kaloi sudah tdk suka lg?

  7. Assallamuallaikum pa ustadz.
    Saya mau bertanya,salahkah jika saya berkata begini kepada suami” saya tidak terima jika lebaran kali ini saya tidak pulang kampung ke rumah mamah”. Karena lebaran tahun kemaren ssaya tidak mudik alasan keuangan, padahal rumah saya sekarang di jakarta dan ibu saya di cianjur.
    Dan saya pun jarang sekali pulang mengunjungi orang tua.
    Bagaimana solusinya?
    Terima kasih

  8. Wa alaikum salam wr wb,
    Penghasilan seorang istri adalah hak istri, sehingga boleh saja istri menggunakan uang penghasilan tersebut untuk keperluan orangtua istri.

    Sebagai seorang istri, salah satu kewajiban yang paling penting adalah ikut apa kata suami, karena setelah menikah tanggung jawab sudah berpindah dari orangtua istri kepada suami.

    Mengenai sikap orang tua terhadap suami, bisa saja karena banyak hal seperti perbedaan pandangan terhadap pekerjaan. Ada orang yang senang dengan pekerjaan sebagai pegawai dengan anggapan pendapatannya lebih pasti, ada juga yang lebih senang dengan berdagang dengan pertimbangan lain. Banyak-banyak saja berdoa agar orang tua dapat menerima pekerjaan suami.

    Wassalam,

  9. Assalamu’alaikum,,,
    saya mau nanya,,, apakah seorang istri wajib memberitahu masa lalunya kepada suami? sedang sang istri tidak sanggup untuk bercerita,,,

  10. assalamu alaikum wr. wb

    pak ustad saya mau bertanya… saya sudah menikah selama 6 bulan dan saya ada permasalahan dengan orang tua saya yang selalu ikut campur masalah rumah tangga saya. ortu saya selalu mempermasalahkan pekerjaan suami yang berdagang sedangkan saya pegawai. ortu tidak rdho jika saya membantu suami dalam berdagang atau menafkahkan uang saya untuk keperluan rumaah tangga. bahkan saya tidak diizinkan untuk mengambil KPR rumah atas nama saya karena nanti dipakai bersama suami. saya kadang miris dengan kondisi ini. saya banyak membantu ortu karena kondisi mereka yang kekurangan, kadang saya bilang kepada suami kadang juga tidak. apakah saya berdosa terhadap suami? bagaimana dengan sikap ortu saya kepada suami yang seakan2 tidak suka.mohon penecrahannya. terima kasih
    wassalam.

  11. Wa alaikum salam

    Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, keutamaan bagi dirinya sebenarnya adalah ikut apa-apa saja yang diperintahkan oleh suaminya. Untuk urusan pulang kampung mengunjungi orang tua pun hal ini mesti atas persetujuan suami. Istri boleh-boleh saja mengusulkan sesuatu hal kepada suaminya, namun jika suami tidak setuju atas usul tersebut maka lebih baik istri taat saja atas keputusan suami tersebut.

    Pulang kampung / mudik mengunjungi orang tua sebenarnya bukan bagian dari ibadah puasa maupun idul fitri, jadi dalam hal ini dari sisi pandang agama Islam mau mudik atau tidak sebenarnya tidak menjadi dosa.

    Saran solusi:

    • Bicarakan baik-baik keinginan anda untuk mudik dengan suami.
    • Jika suami tetap memutuskan untuk tidak mudik, taatlah pada keputusan suami tersebut. Insya Allah ketaatan tersebut akan berpahala.
    • Berdoalah supaya keluarga anda diberi kelapangan rizki dan kesehatan agar dapat mengunjungi orangtua anda.

    Wassalam,

     

     

  12. Aslm . Saya bru menikah 5 bln . Setelah menikah saya tdk lngsung ikut suami (keluar kota) sampai akhirnya bln ke 4 pernikahan saya memutuskan u/ turut ikut suami , tpi blm 1 bln turut suami , mamah saya meminta saya u/ tinggal dirmhnya dgn alasan tdk ada teman perempuan + beliau keadaan sakit maag . Yang jdi pertanyaan saya harus nurut ke siapa ?

  13. Wa alaikum salam.

    Ketaatan paling utama pagi seorang istri adalah kepada suaminya. Jika seorang istri ingin mengurus ibunya, dia wajib minta izin dulu ke sang suami.

    Seperti dikabarkan dalam hadis:
    “”Apabila seorang isteri telah mendirikan sholat lima waktu dan berpuasa bulan Ramadhan dan memelihara kehormatannya dan mentaati suaminya, maka diucapkan kepadanya: Masuklah Surga dari pintu surga mana saja yang kamu kehendaki.”
    (Riwayat Ahmad dan Thabrani)

  14. Wa alaikum salam

    Dari tulisan anda tersebut saya tuliskan lagi masalah-masalah yang anda hadapi, dari yang paling berat sampai yang paling ringan sebagai berikut:

    1. Suami minum minuman keras / alkohol. Perbuatan ini adalah dosa yang cukup berat
    2. Suami merokok. Sebagian ulama menyatakan merokok itu haram, sebagian lagi menyatakan merokok itu makruh.
    3. Suami foya-foya.
    4. Suami tidak memberikan uang belanja yang cukup.

    Menurut saya permasalahan anda  yang paling berat dalam pandangan agama Islam bukan di urusan uang belanja, namun suami yang minum-minum, merokok dan foya-foya.

    Berdoalah agar permasalahan (1,2,3) bisa hilang, karena kalau (1,2,3) beres maka insya Allah permasalahan uang belanja lebih mudah beres.

  15. mksh atas ilmunya.mdh2an aqu bsa intropeksi diri dan jd istri yg shalihah.mdh2an suamiqu jga Allah memaafkanqu.amiin

  16. Wa alaikum salam,

    Sebagai istri, kewajiban anda setelah fardhu ‘ain adalah ikut arahan dari suami. Jadi dalam hal ini sebenarnya sangat tergantung apa yang ingin dilakukan oleh suami anda.

    Kewajiban suami anda adalah menjaga anak dan istrinya (anda) dari api neraka, artinya suami perlu melakukan penjagaan dan pendidikan terhadap anak dan istrinya. Kalau menimbang dari apa yang anda kemukakan, nampaknya suasananya kurang sehat. Namun demikian silakan suami anda yang menilai apakah mau tetap tinggal bersama mertua atau mau hidup terpisah dari mertua.

    Wassalam

  17. Jikalau sang istri telah berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan seperti hal diatas, namun sang suami hampir tidak pernah merasa puas dengan hasil yang dikerjakan sang istri dan selalu salah dpandangannya. Ketidakpuasan di ekspresikan dengan memaki(atau emosional abusive) dan kadang sampai menganiaya fisik. Tidak ada satu pun niat sang istri untuk mengecewakan sang suami. Entah mengapa sang suami tidak menyadari atau berintrospeksi. Ada contoh kasus seperti sang istri memasakan makanan atau minuman atau hal lainnya, dan sang suami tidak senang/suka maka makanan/minuman/hal lainnya itu langsung di buang atau di rusaknya. padahal secara ekonomi keluarga mereka dibilang pas-pasan. Dan ironisnya sang suami memberi amanah untuk selalu berhemat. Sang istri hanya bisa bersabar dan ikhlas serta tetap mendoakan sang suami hingga sampai bertahun-tahun lamanya. bukankah hal tersebut tidak mensyukuri rezeki yang telah diberikan oleh Allah. Karena hal tadi, sampai-sampai sang suami enggan menafkahi sang istri(saja). Dan jika sang suami mendapati meja makan kurang(makanan terlalu sedikit atau kurang enak) sang suami marah atau beliau tidak memakan makanan/minuman tsb dan mencari makanan/minuman selain yang dibuat oleh sang istri. Entah harus bagaimana. Sedangkan sang istri pun tidak dinafkahinya. Sang istri hanya bisa menggunakan uang tabungannya yang entah sampai kapan ia harus pakai untuk itu dan kebutuhan lainnya. Mohon pencerahannya . semoga bermanfaat

  18. Jikalau sang istri telah berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan seperti hal diatas, namun sang suami hampir tidak pernah merasa puas dengan hasil yang dikerjakan sang istri dan selalu salah dpandangannya. Ketidakpuasan di ekspresikan dengan memaki(atau emosional abusive) dan kadang sampai menganiaya fisik. Tidak ada satu pun niat sang istri untuk mengecewakan sang suami. Entah mengapa sang suami tidak menyadari atau berintrospeksi. Ada contoh kasus seperti sang istri memasakan makanan atau minuman atau hal lainnya, dan sang suami tidak senang/suka maka makanan/minuman/hal lainnya itu langsung di buang atau di rusaknya. padahal secara ekonomi keluarga mereka dibilang pas-pasan. Dan ironisnya sang suami memberi amanah untuk selalu berhemat. Sang istri hanya bisa bersabar dan ikhlas serta tetap mendoakan sang suami hingga sampai bertahun-tahun lamanya. bukankah hal tersebut tidak mensyukuri rezeki yang telah diberikan oleh Allah. Karena hal tadi, sampai-sampai sang suami enggan menafkahi sang istri(saja). Dan jika sang suami mendapati meja makan kurang(makanan terlalu sedikit atau kurang enak) sang suami marah atau beliau tidak memakan makanan/minuman tsb dan mencari makanan/minuman selain yang dibuat oleh sang istri. Entah harus bagaimana. Sedangkan sang istri pun tidak dinafkahinya. Sang istri hanya bisa menggunakan uang tabungannya yang entah sampai kapan ia harus pakai untuk itu dan kebutuhan lainnya. Mohon pencerahannya . semoga bermanfaat

  19. Alhamdulilah terimakasih untuk artikelnya, saya masih pengantin baru. Masih terbesit ketakutan dalam diri saya saat suami menginginkan saya untuk memnuhi kewajiban sebagai istri di tempat tidur. Sekarang saya sudah tau jawaban dari masalah saya, sesakit dan sesulit apapun itu istri harus bisa menahan dan menerimanya, karena kewajiban terhdap suami sama dengan kewajiban terhadap Allah SWT, berjuang untuk keharmonisan rumah tangga (taat pada suami) = berjuangan untuk agama Allah. Terimakasih atas artikelnya sangat indah dan mampu membuat bola mata saya meneteskan airmata hingga memerah. Semoga saya dapat menjadi istri yang solehah untuk suami saya dan Allah menaruh ridhonya pada kami, amin…

  20. sungguh artikel yang sangat indah.
    semoga kalau saya sudah menikah nanti, saya menjadi istri yang salehah.
    amin.

  21. Assalam, pak saya telah menikah 5 bulan kondisi saya skr sdg hamil, dan saya telah ditalak suami saya via sms krn dia merasa tidak bahagia dg saya, ini jg kesalahan saya, saya berbohong untuk menutupi aib masa lalu saya.klrg skr mengurus perceraian dg cara saya yang mengugat cerai, pdhl sayamasih mencintainya tapi saya tidak mau berlaku zalim pada suami saya kalau dia tidak bahagia. Selama kami menikah suami belum pernah memberikan nafkah lahir tapi saya ridha pak krn saya telah bekerja, skr mertua dan suami saya secara tersirat menyuruh mengugurkan kandungan … apa yang harus saya lakukan pak.. mohon pencerahan.. makasih pak
    *saya dan suami kerja beda kota*

    • Dekatkan diri dengan Allah, banyak bertaubat.
    • banyak berselawat.
    • Perbanyak ibadah malam, kalau dalam bulan Ramadhan tentunya ada kesempatan melakukan shalat tarawih.
    • Perbanyak sedekah
  22. saya dan suami saya sama2 mau kerja ke korea,dan kami baru mnikah 2 mgu pas saya dapat panggilan lalu saya brangkat mninggalkan suami saya pdahl suami sya waktu itu tidak mgizinkan saya brgkat tp sya ttp brgkt. sampai skrang suami saya blum dapat panggilan,,sudah 8 buln sya brpish apakah saya berdosa telah mninggalkan suami dan tidak mnjlankan kwjiban sya sbgai seorang istri.mhon do,a nya agar kmi bsa brtmu di korea

  23. Assalamualaikum, saya mau tanya. apakah boleh menemui calon istri ke 2 dari suami demi menjelaskan bahwa status calon suaminya adalah seorang pria beristri?

    karena suami berniat menikah kembali tetapi tidak menyebutkan statusnya sudah berkeluarga dan berniat meninggalkan istri pertamanya.

    mohon dibantu. wassalamualaikum

  24. Dalam perkara ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan secara syariat:
    – seorang wanita boleh saja menemui wanita lain dengan seizin suaminya. Namun dalam kasus ini sebaiknya anda cukup mengirim surat / wakil ke wali dari wanita tersebut. Jika bertemu langsung dikuatirkan terjadi pertengkaran yang tidak baik.
    – Seorang laki-laki boleh menikahi 4 wanita, dan pernikahan ke 2,3 dan 4 tidak memerlukan izin dari istri ke-1
    – Pernikahan seorang wanita ditentukan oleh wali wanita tersebut. Jika ada laki-laki ingin melamar anaknya sebagai istri kedua, wali tersebut boleh saja menerima atau menolak sesuai dengan penilaiannya.
    – Tidak dibenarkan bagi seorang lelaki untuk menceraikan istrinya hanya karena ingin menikahi wanita lain. Yang dibenarkan adalah jika ada hal-hal pada istri yang melanggar syariat, dan istri tidak mau berubah setelah diingatkan dengan berbagai cara.

  25. Seorang istri wajib patuh pada perintah suaminya, termasuk dalam hal bepergian. Pergi bekerja tanpa izin suami adalah tidak dibolehkan.

  26. asslamu`alaikum wr.wb
    ustadz saya mau minta solusi..
    sya usianya 20 thun…
    sya mnikah 2,5 tahun.. saya ikut mertua saya.
    selama itu sya di terpa rasa galau ustadz, krna suamiq slama itu tdk penah prhtian sma sya. selama itu jga dia selalu ngatain sya dngan kta2 yang ksar. dan selalu di marahin. dia sprti itu krna dia lbh pntar n cerdas drpda sya.. sya krja dpat 5 blan sya tdak prnah di nafkahi. sya cma di kasih uang 10 rb buat bli bnsin. pdahal suami sya udah kerja dri awal qta mnikah..
    suami sya tdak prnah mnepati janji n dia ska brkta ksar sma sya. slama ini saya mrsa tdk prnh d anggp sbgai istri.. sya capek ustadz.. sya harus n slama di rmah dia sya slalu slah di mta dia.. dia tdak prnah ada waktu buat saya dan anak saya.. pdahal saya udah prnah pndah ke rmh sya sndri biar dia brbah. tpu smpai sya ikut ke rmh dia lagy dia tetap begitu.. tolong solusinya ustadz

  27. Saya sudah menikah 3 tahun. Saya melarang suami merokok… tapi suami masih saja merokok sudah dibicarakan mulai dari bicara lembut sampai akhirnya belakangan ini karena kami sudah punya bayi saya lebih ketat lagi membuat peraturan. Contohnya jika mau tidur maka suami harus bersih-bersih dan ganti pakaian. Tapi suami tidak terima malah menyumpahi saya agar tidak masuk surga. Apakah bnr saya sudah durhaka? Sampai suami tega menyumpahi saya begitu? :-‘(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>