Artikel Keluarga

Bab 2.13 Istri Yang Dianggap Durhaka Kepada Suami

  1. Apabila dipanggil oleh suaminya ia tidak datang. Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
    “Apabila suami memanggil isterinya ke tempat tidur ia tidak datang nescaya malaikat melaknat isteri itu sampai Subuh.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
  2. Membantah suruhan atau perintah suami. Sabda Rasulullah SAW:
    ‘Siapa saja yang tidak berbakti kepada suaminya maka ia mendapat laknat dan Allah dan malaikat serta semua manusia.”
  3. Bermuka masam terhadap suami. Sabda Rasulullah SAW:
    “Siapa saja perempuan yang bermuka masam di hadapan suaminya berarti ia dalam kemurkaan Allah sampai ia senyum kepada suaminya atau ia meminta keredhaannya.”
  4. Jahat lidah atau mulut pada suami. Sabda Rasulullah SAW:
    “Dan ada empat golongan wanita yang akan dimasukkan ke dalam Neraka (diantaranya) ialah wanita yang kotor atau jahat lidahnya terhadap suaminya.”
  5. Membebankan suami dengan permintaan yang diluar kemampuannya.
  6. Keluar rumah tanpa izin suaminya. Sabda Rasulullah SAW:
    “Siapa saja perempuan yang keluar rumahnya tanpa ijin suaminya dia akan dilaknat oleh Allah sampai dia kembali kepada suaminya atau suaminya redha terhadapnya.”
    (Riwayat Al Khatib)
  7. Berhias ketika suaminya tidak disampingnya. Maksud firman Allah
    “Janganlah mereka (perempuan-perempuan) menampakkan perhiasannya melainkan untuk suaminya.” (An Nur 31)
  8. Menghina pengorbanan suaminya. Maksud Hadis Rasulullah SAW
    “Allah tidak akan memandang (benci) siapa saja perempuan yang tidak berterima kasih di atas pengorbanan suaminya sedangkan dia masih memerlukan suaminya.”
  9. Mengijinkan masuk orang yang tidak diijinkan suaminya ke rumah
    maksud Hadis:
    “Jangan ijinkan masuk ke rumahnya melainkan yang diijinkan suaminya.” (Riwayat Tarmizi)
  10. Tidak mau menerima petunjuk/arahan suaminya.
    Maksud Hadis:
    “Isteri yang durhaka hukumnya berdosa dan dapat gugur nafkahnya ketika itu. Jika ia tidak segera bertaubat dan meminta ampun dari suaminya, Nerakalah tempatnya di Akhirat kelak. Apa yang isteri buat untuk suami adalah semata-mata untuk mendapat keredhaan Allah SWT”

30 Comments

  • Istri
    29/11/2012 - 12:52 | Permalink

    Saya menikah dengan suami saya sudah setahun dan rumah tangga kami penuh dengan kepalsuan. Dia sering tidak jujur dengan saya dan saya merasa selalu ada yg disembunyikan dari saya. Penghasilan saya lebih besar dari suami. Tapi saat suami diminta tolong meringankan beban saya dalam membayara tagihan2, dia malah menolak dengan alasan tagihan tersebut timbul karena sayalah yg menginginkan membeli barang itu. Membayar listrik dan air pun saya yg menanggung. Sampai2 pakaian yg selama ini dipakainya juga saya yg membayar. Bahkan makan kami sehari-hari. Setiap selesai gajian, saya mengecek di dompet maupun celananya dan tidak ada uang yang tersisa. Dia tidak jujur pada saya, dikemanakan uangnya itu. Orang tua saya melarang saya meneruskan pernikahan kami karena saya di pihak yg selalu tertekan dan menanggung semua kebutuhan keluarga meskipun suami sudah berpenghasilan. Akhirnya kami pisah rumah selama 2 bulan sampai sekarang masih berlanjut. Saya tidak pernah lagi berkomunikasi dengannya. Dan baru2 ini saya mendengar kabar yang menyesakkan dada. Sekarang ini saya sedang hamil 8 bulan dan ternyata dia malah membeli mobil dan selingkuh dengan wanita lain yang tidak memakai jilbab, sesuai dengan keinginannya. Apakah perbuatannya itu karena kesalahan saya atau memang suami saya tidak mau memberi nafkah pada saya dan lebih memilih menghabiskannya untuk membeli mobil serta memberikannya pada wanita lain?

  • makhfud
    01/12/2012 - 06:18 | Permalink

    Apa yang sudah ibu keluarkan untuk suami ibu (baju, tagihan listrik air, dll) niatkan sebagai sedekah. Insya Allah pahala besar buat ibu. Dan bukankah Allah sudah berjanji bila seorang bersedekah akan dibalas minimal 10kali lipat? Tapi syaratnya jangan ungkit2 lagi apa yg sudah ibu keluarkan.

    Yah, walaupun sebenarnya semua itu tanggung jawab suami, apa salahnya istri bersedekah? :)

    Mengenai suami yg ibu nilai curang, apakah sudah di doakan? Sudahkah ibu bermunajat di malam2 yg orang2 sedang terlelap tidur memohon pada Allah agar suami senantiasa dipimpin oleh Allah? Menjadi suami sholeh, yang bertanggungjawab pada keluarganya?

    Dan ketika menilai suami sebagai suami yg tidak bertanggungjawab dan malah mengeluarkan duit buat wanita lain, apakah diri ibu sendiri sudah menilai bagaimana ibu sebagai istri selama ini?
    Adakah tiada kesalahan sama sekali yg ibu buat? (Menurut standar Allah dan Rasul). Coba cek 10 poin di artikel diatas. Adakah kedurhakaan yg ibu pernah buat? Adakah ibu tidak pernah bermuka masam kepada suami? Adakah ibu senantiasa mengiyakan bila suami ajak?

    Bila sampai suami mencari hiburan (wanita lain) agaknya pernah ada masalah yg berkaitan dengan sabda Rasul ini:

    “Apabila suami memanggil isterinya ke tempat
    tidur ia tidak datang nescaya malaikat melaknat
    isteri itu sampai Subuh.” (Riwayat Bukhari dan
    Muslim)

    Imam Thabrani menceritakan bahwa seorang
    isteri tidak dianggap menjalankan kewajibannya
    terhadap Allah hingga ia menjalankan
    kewajibannya terhadap suaminya, dan
    seandainya suami memintanya (untuk digauli)
    sedang ia (isteri) di atas belakang unta maka
    tidak boleh dia menolaknya.

    Saran saya:

    1. berinisiatiflah untuk menghubungi suami dan minta maaf minta redha. Terlebih lagi ibu mau melahirkan. Terlebih lagi bila memang dari 10 point kedurhakaan yg diuraikan di artikel ini ibu pernah lakukan. Mungkin suami ada andil salah, itu urusan suami dengan Allah. Yg penting buat ibu, bila ada kesalahan minta maaf.

    2. Usia pernikahan baru 1 tahun, masih perlu banyak belajar dan bertenggangrasa.

    3. Carilah orang yg ada ilmu agama dan yg mengamalkan ilmu agamanya itu. Orang yg mampu menyuluh dan membimbing kehidupan kita. Sehingga bila menghadapi masalah2 kehidupan akan ada tempat merujuk dan mencari solusi. Sebaik2nya adalah yg bertaraf guru mursyid, guru yg mampu membimbing ruhaniah manusia.

  • admin
    04/12/2012 - 07:47 | Permalink

    Istri tidak wajib menafkahi suaminya. Jika seorang istri memberi harga kepada suaminya, hendaknya diikhlaskan saja supaya amalan tersebut dihitung Allah sebagai ibadah.

    Pada tulisan ibu, belum jelas juga apakah
    – dari pihak suami sudah menunaikan semua kewajibannya?
    – dari pihak istri sudah menunaikan semua kewajibannya?

    Kewajiban di sini maksudnya adalah kewajiban kepada Allah dan juga kewajiban kepada pasangannya. Bagi pihak istri perlu introspeksi dulu, apakah sudah melaksanakan perkara-perkara fardhu ain, sudah menutup aurat dengan baik, sudah melayani suami dengan baik, sudah taat semua permintaan suami.

    Dalam bawah sadarnya suami dapat merasa tertekan kalau istri memiliki kelebihan dari suami, ada perasaan rendah. Istri pula dapat mempunyai perasaan lebih hebat dari suami kalau gajinya lebih tinggi. Akibatnya suami tidak merasa dirinya menjadi ‘raja’ di rumahnya.

  • Anonymous
    09/08/2013 - 13:05 | Permalink

    Assalamualaikum, pak Ustad
    Bagaimana bila istri tidak mengikuti arahan suami, bersikap kasar, suka memerintah, dan kurang pintar terhadap orang tua (ibu) suami, susah untuk diatur/diarahkan. Lalu setelah mengetahui kelakukan istri saya, orang tua (ibu) tidak menghendaki(merestui) dia menjadi istri saya. Dan saya pun juga kecewa atas sikapnya. Apakah boleh saya sebagai suami mengajukan talak (cerai) terhadap istri saya? Dan kalau istri tidak mau dicerai bagaimana ya pak ustad? Kadang saya juga sudah tidak betah menghadapi sikapnya. Walaikum salam. Trimakasih

  • admin
    12/08/2013 - 15:15 | Permalink

    Wa alaikum salam,

    Untuk istri yang durhaka/nusyuz, ada panduannya ringkasnya dalam Al Qur’an, surat An-Nisaa’: 34: “… Wanita-wanita yang kamu khawatirkan berbuat nusyuz, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya”. http://www.kawansejati.org/alquran-digital/s004a034.htm

    Seorang istri dapat taat pada suami hanyalah jika sudah dididik dengan baik, dikenalkan dengan Allah dan syariatnya. Suaminya juga mesti lebih dahulu menjadi contoh bagi istrinya, dengan taat 100% kepada segala perintah Allah. Jika suami tidak dekat dengan Allah, dan kemudian tidak dapat mendidik istrinya, maka susah istri dapat taat dengan suami.

    Perceraian adalah suatu hal yang boleh dilakukan oleh suami, namun perceraian ini sangat tidak disukai Allah. Jadi coba dulu dikaji apakah masalah pada istri sedemikian beratnya. Jika istri sudah sampai melanggar perkara aqidah atau syariat pokok, memang perlu diingatkan dengan tegas. Misalkan tidak mau menutup aurat, tidak shalat, dan sebagainya.

  • 21/08/2013 - 10:12 | Permalink

    Istriku aku merasa memiliki wanita terbaik untuku ketika disaat aku terjatuh ia tetap sabar dan setia menemaniku

  • admin
    07/05/2014 - 17:07 | Permalink

    Moga-moga dapat menjadi istri yang baik untuk suami.

  • 18/04/2014 - 06:53 | Permalink

    wanita muslim yang baik saya seabagi wanita yang baru saja menikah mencoba belajar tentang ini dan saya mencoba yang terbaik untuk suami saya , terimakasih revensi nya akan saya save ,

    salam sukses min

  • Anonymous
    07/01/2014 - 18:18 | Permalink

    siapa yg bertanggungjawab jika isteri nusyuz pd suami, suaminya atau orangtuanya?

  • Anonymous
    07/01/2014 - 18:20 | Permalink

    apa saja contoh2 nusyuz isteri selain berkata kasar & menolak permintaan suami?
    apakah pergi ke rumah orangtua tanpa izin suami termasuk?

  • admin
    09/01/2014 - 15:01 | Permalink

    Istri pergi tanpa seizin suami & kepergian itu bukan sesuatu yang darurat secara syariat, maka itu sudah termasuk nusyuz/durhaka.

  • admin
    09/01/2014 - 15:01 | Permalink

    Kewajiban mendidik istri ada pada suaminya, bukan kepada orangtuanya.

  • Ano N
    03/06/2014 - 11:54 | Permalink

    istri krja di LN tdk izin suami
    minta cerai dgn cara tinggalkan anak2nya lalu pilih rawat urus anak majikan
    minta cerai dgn cara menunjukkan sikap yg membuat suami akhirnya tidak ridho

  • admin
    03/06/2014 - 18:40 | Permalink

    Untuk istri yang membangkang pada suami sudah ada prosedurnya dalam pembahasan ‘nusyuz’. Kurang lebih isinya dapat dibaca di http://www.kawansejati.org/213-istri-yang-dianggap-durhaka-kepada-suami#comment-256146

  • Maryam
    02/07/2014 - 14:21 | Permalink

    Assalamualikum warahmatullahiwabarakatuh

  • NN
    13/01/2015 - 21:36 | Permalink

    Asalamu’alaikum,
    Saya mau tanya. Sy sudh menikah hampir2 th tp berkendala dengan Jarak. Sya tinggal di kota asal(jawa), sedangkan suami juga di kota asalnya (luar jawa).
    Sebenarnya sy tidak setuju dgn ide suami yang ttp tinggal di sana untuk merintis wirausaha, sdangkan sya disini juga bekerja di suatu perushaan. Diawal pernikahan memang niat sya adlh utk mendptkn ketenangan hati , tapi itu jelas tidk sya dpatkan dengan kondisi sekrg krn sya sperti hdup sendiri apa2 ditanggung sendiri. Sya sempat mengajukan ide untuk resign dan menyusul suami kesana tp suami tidak setuju dengan alasan suami yg akan menyusul ke kota saya. Tp setiap kali ditanya suami selalu memberikan alasan yg tidak pasti. Sya sudah berusaha sbgai seorang istri memhami suami dan bersbar. Tp suami tdk perh memberi kepastian kpn akn bisa tinggl serumah bersama.sya sgat tertekan dan merasa tdk bhagia membina rumahtangga. Suami juga tidak memberi nafkah. Kbtuhan sehari2 sya penuhi sendiri menggunakan uang sendiri. Suami tdk pernah terbuka mengenai finansial ataupun rencana untk kami kedepan. Kira2 sbgai seorang istri bolehkah mengajukan cerai dengan alasan tidak diberi nafkah, tertekan dan tidak mendapatkan ketenangan hati dari sikap dan sifat suami? Atau bagaimana solusinya menurut islam. Terimakasih
    Wasalamu’alaikum

  • 16/01/2015 - 16:58 | Permalink

    assalamu’alaikum….
    saya punya adik ipar dan ia punya istri tapi istrinya itu lebih memilih hidup dengan keluarganya daripada sama suaminya. karna adik ipar saya tinggal di toko saya jd saya bisa lihat dia gimana hidup tanpa istrinya. kasihan….dalam hati saya! harus mengerjakan sesuatu serba sendiri karna tidak ada istrinya, dari makan, tidur dan cuci baju! persis lagu caca handika yang berjudul angka 1!
    yang mau saya tanyak apakah istrinya berdosa karn Tidak mengurus suami walaupun suaminya bilang iya tapi dalam hatinya tidak senang?
    apakah saya berdosa klo ikut campur dalam rumah tangganya dengan menasihati istrinya agar tidak meningkannya sendirian karna tidak ada yang mengurusnya

  • suaibatun
    12/02/2015 - 10:59 | Permalink

    taubatnya istri durhaka adalah bersedekah, benar?

    • admin
      12/02/2015 - 14:47 | Permalink

      Berikut ini adalah syarat-syarat taubat jika seseorang melakukan kesalahan kepada Allah
      1. Hendaknya ia meninggalkan maksiat tersebut.
      2. Menyesali perbuatannya.
      3. Berniat teguh untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut selama-lamanya.
      Jika kesalahan tersebut dilakukan terhadap orang lain, maka ditambah dengan:
      4. Menyelesaikan hak-hak orang lain yang dilanggar.

      Jika seorang istri durhaka, artinya dia ada kesalahan terhadap suaminya. Maka istri itu perlu melakukan 4 hal di atas.
      Bersedekah itu amal soleh, namun tidak menghapuskan dosa durhaka tersebut.

  • A* A*
    28/02/2015 - 20:06 | Permalink

    Assalamu Alaikum… Admin
    saya seorang suami dengan 1 Istri dan 3 anak.
    istri saya sejak 2010 diterima sebagai PNS di salah satu kantor pemerintahan daerah. awal tahun perkawainan kami tahun 2002, saya akui sering kasar dan kikir terhadap istri, yang dimana masa itu istri belum memiliki pekerjaan. hal itu berlangsung lama, tapi perlu saya jelaskan juga, kelakuan saya waktu itu akibat adanya campur tangan pihak keluarga istiku yang memaksakan kehendaknya untuk memisahkan kami berdua. alasan yang tidak jelassehingga saya tak mampu menerima tekanan batin akibat adanya desakan dari keluarga istriku, inipun saya ketahui dari mulut istriku sendiri.
    akhirnya kami berpisah (bukan bercerai), saya harus kembali kekampung halaman, sementara istriku tetap dirumah kontrakan yang kami sewa (dekat dengan rumah mertua). duan tahun berlalu, istriku memberikan informasi jika dirinya terlantar, karena diusir dari keluarganya, bahkan dijadikan pembantu oleh saudaranya sendiri.
    tak menerima anak dan istriku terlantar, akhirnya saya putuskan kembali kekampung istriku dan hidup bersamanya dirumah kontrakan dengan suasana baru dan harmonis. saat itu istriku terangkat CPNS dan menjadi PNS. mengetahui keberadaan kami kembali bersama apalagi istriku diketahui sudah jadi PNS, keluarga istriku mulai satu persatu kembali membangun silaturrahim, dan alhamdulillah kamipun merespon.
    muncul masalah baru ditengah2 keluaga saya. kerjaan saya sudah tidak menentu, penghasilan sudah tidak menetap, sementara istri punya pendapatan tetap. istri akhirnya menawarkan kepada saya bantuan dana dari kredit bang untuk memodali membangun usaha, karena usahaka yang saya bangun tdk berjalan dengan baik, akhirnya modalpun dijadikan kebutuhan sehari-hari. hingga suatu saat terjadi pertengkaran, mungkin ekonomi keluarga sudah tidak seperti dulu, gaji istri yang sudah minim karena potongan kredit, sementara penghasilan saya pas-pasan untuk makan anak istri.
    setiap pertengkaran, istri saya mengungkit-ungkit bantuannya kepada saya, bahkan meminta kembali apa yang pernah dia berikan. tak sanggup menerima perlakuan istriku yang seakan-akan meremehkan saya, bahkan ketika saya hendak pergi karena tak tahan atas tuduhan dan cemohannya, meminta mengembalikan semua gajinya. apakah saya wajib mengembalikan gajinya lagi, sementara sejak 2010 saya lebih berperan sebagi penanggungjawab keluarga untuk memenuhi semua keinginannya. apakah saya dapat dijerat secara hukum jika saya tak mampu mengembalikan apa yang diminta istriku saat saya bercerai dengannay. apakah saya dapat terjerat hukum KDRT yang pernah saya lakukan pada tahun-tahun pertama perkawinan kami, yang 8 tahun terakhir hingga sekarang tak pernah melakukan KDRT.
    Bagaimana Kajian Menurut Perundang-undangan yaang berlaku.

    terima kasih sebelumnya atas segala penjelasannya.
    A* A*

    • admin
      16/03/2015 - 06:53 | Permalink

      Wa alaikum salam
      – saya tidak begitu paham mengenai undang-undang negara mengenai pernikahan. Untuk informasi pengenai undang-undang negara Indonesia mengenai pernikahan anda bisa cari di situs seperti http://www.hukumonline.com/ atau semacamnya

  • jamers
    31/03/2015 - 05:03 | Permalink

    Ass
    Q pgn pnya swami spt itu,,, tp, sudah trlanjur punya istri yg byk mlanggar aturan ato syariat agama, apa yang mesti saya perbuat ya,,,, dibantu tadz

  • hamba Alloh
    25/04/2015 - 08:12 | Permalink

    Pak ustadz mohon arahannya, jika istri berselingkuh…tapi sudah bertaubat nasuha…menyesali, meninggalkan perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya kembali. Apakah harus istri tersebut berterus terang dan minta maaf sama suaminya?

  • Yudis Cdi
    11/05/2015 - 17:12 | Permalink

    Pak mhn arhnnya saya brumh tngga sdh 3 th berjaln hmpir 4 th..istri saya sering mnuduh serta brkata kasar pd saya disitu jg yg srng bwt saya marah sm istri saya saya mnyesal dg perbuatan saya krna istri saya skrng plng krmh orng tuanya.. tp udh sya lrng dy ttp tkd dg kmamuanya sy ajk kmbli dy gk mau. Mertua saya slh pmh dg keadaan yg tlh trjdi mngkin mertua saya kesal n ikt cmpr hub kmi. Bgtupn ortu saya. Dn kmi sdh tk kumpul 3 bln kdng klo ad rjki saya msh nfkai. Hal ap yg hrs sy perbuat. Cerai tkt dsa.
    Pngen kmbli pn istri sya gk mau.. diam sprti ini saya udh gk than dg status saya yg gj. Mhn solusinya.

    • admin
      16/05/2015 - 07:03 | Permalink

      – Untuk berjalannya keluarga yang baik, perlu ada kesadaran dari pihak suami dan istri. Dahulukanlah kewajiban dibandingkan hak, jadi anda sebagai suami laksanakanlah kewajiban-kewajiban pribadi (fardhu ‘ain) maupun kewajiban sebagai suami.
      – suami perlu memastikan semua kewajiban pribadinya terhadap Allah sudah beres. Daftarnya ada di http://cahaya-akhir-zaman.blogspot.com/2015/03/kewajiban-pribadi-utama-seorang-muslim.html
      – suami perlu memastikan ilmunya untuk berkeluarga sudah lengkap. Daftar ringkasnya ada di http://keluarga.kawansejati.org/ilmu-dasar-membina-keluarga/
      – Perbanyak ibadah sunat, terutama ibadah malam dan bersedekah. Moga-moga dari situ akan melembutkan hati anda sebagai suami. Pihak perempuan umumnya sensitif, jika suami bersikap lembut insya Allah istri akan lebih mudah taat pada suami.
      Wassalam

  • mochammad sidi
    12/05/2015 - 02:28 | Permalink

    Assalamualaikum wr wb,saya mau tanya tentang rumah tangga saya,saya sdh menikah hampir 3 thn setiap ada permasalahan istri saya selalu pergi ke teman” selama 1-2 minggu br plg dan dlm bln kemarin tiba” alasan mau ngaji dia sampai sekarang gak pulang,tau” skrang dia sdh dpt seorang laki” dia minta cerai ke saya,padahal selama saya nikah segala ke mauanya sdh saya turuti,apa istri saya golongan istri yg durhaka,tlg penjelasanya dan azab apa yg bakalan istri trima.trimakasih

    • admin
      16/05/2015 - 06:52 | Permalink

      Wa alaikum salam wr wb,
      Tentang istri minta cerai dibahas di artikel http://keluarga.kawansejati.org/istri-minta-cerai-khulu/
      Jika istri minta cerai tanpa alasan yang benar maka hal tersebut termasuk berdosa.
      Dalam kasus ini pihak suami mesti introspeksi (menilai diri), karena bisa saja apa yang dibuat istri terjadi karena ada kekurangan di suami ataupun suami kurang sempurna mendidik istri.
      Wassalam

  • Pingback: Apakah keluarga boleh melarang ketika istri dibawa suami pindah rumah | Keluarga Islami

  • *ummi*ii*
    14/05/2015 - 20:51 | Permalink

    Assalamualaikum admin, saya udah brmh tangga ±7th. Tp 2th terakhir suami udah tdk bekerja lg, ada pun serabutan dan tidak mncukupi kebutuhan. Sbagai jln kluar aset2 yg ada dijual, krna hutang udah numpuk, sbg istri sy inisiatif mncri kerja untk mmbntu ekonomi, tp keliatany suami udah tdk semngt bwt cr kerja lg. Drmh pun mls2an, kebnykn tidur, pernah saya tegur malah marah2 dan emosian, skrng ini anak saya baru akan masuk SD, jd butuh biaya Lªªªђ, tp suami bukanny mncari kerja, mlh menjual apa yg ada, jd gmn sebaikny sikap saya sbg istri, mohon nasehat dan petunjuknya. Terimakasih, Wassalam….

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    Powered by: Wordpress