Artikel Keluarga

Adab-adab Berhubungan Suami Istri

male-female-symbol

Dalam melakukan hubungan suami-istri (jima’), terdapat adab-adab yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah sebagai berikut:

Bersuci

Beberapa hadis yang terkait dengan bersuci sebelum dan sesudah jima’ adalah  sebagai berikut:

  • Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata bahwa ‘Umar bin Al Khottob pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah salah seorang di antara kami boleh tidur sedangan ia dalam keadaan junub?” Beliau menjawab, “Iya, jika salah seorang di antara kalian junub, hendaklah ia berwudhu lalu tidur.” (HR. Bukhari no. 287 dan Muslim no. 306).
  • Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,
    كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهْوَ جُنُبٌ ، غَسَلَ فَرْجَهُ ، وَتَوَضَّأَ لِلصَّلاَةِ
    “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa jika dalam keadaan junub dan hendak tidur, beliau mencuci kemaluannya lalu berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.” (HR. Bukhari no. 288).
  • ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha  pernah ditanya oleh ‘Abdullah bin Abu Qois mengenai keadaan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam,
    كَيْفَ كَانَ يَصْنَعُ فِى الْجَنَابَةِ أَكَانَ يَغْتَسِلُ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ أَمْ يَنَامُ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ قَدْ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا اغْتَسَلَ فَنَامَ وَرُبَّمَا تَوَضَّأَ فَنَامَ. قُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى جَعَلَ فِى الأَمْرِ سَعَةً.
    “Bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika dalam keadaan junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur ataukah tidur sebelum mandi?” ‘Aisyah menjawab, “Semua itu pernah dilakukan oleh beliau. Kadang beliau mandi, lalu tidur. Kadang pula beliau wudhu, barulah tidur.” ‘Abdullah bin Abu Qois berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan segala urusan begitu lapang.” (HR. Muslim no. 307).
  • Abu Rofi’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari pernah menggilir istri-istri beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama ini dan ini. Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah lebih baik engkau cukup sekali mandi saja?” Beliau menjawab, “Seperti ini lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih.” (HR. Abu Daud no. 219 dan Ahmad 6/8).
  • Sabda Rasulullah: “Apabila kamu telah selesai mendatangi isterinya dan ingin mengulanginya lagi,maka hendaklah berwuduklah di antara keduanya (hubungan seks) ,dan dalam riwayat lain: Wuduk seperti wuduk solat kerana ianya memberi kecergasan dan mengulanginya lagi”. (HR Imam Muslim (1/171), Ibnu Abi Syaibah)

Beberapa hal terkait bersuci dan jima’:

  1. Sunat bersuci (berwuduk) sebelum berjima’
  2. Sunat bersuci (berwuduk) setelah berjima’.
  3. Mandi wajib setelah berhubungan

Jadi beberapa hal bersuci yang dapat dilakukan antara lain:

  • Setelah jima’ berwudu’ kemudian tidur
  • Setelah jima’ membersihkan kemaluan kemudian berwudu’
  • Mandi wajib setelah jima’ sebelum tidur
  • Wudhu setelah jima’ kemudian tidur
  • Mandi wajib tiap kali selesai jima’ kalau mau mengulang lagi.

Memakai wangi-wangian

Sunat berwangi-wangian dan berhias agar membangkitkan keinginan bermesra antara suami-istri.

  1. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda:
    “Ada tiga hal yang aku senangi didunia ini yaitu :
    1. Wangi-wangian

    2. Istri shalehah
    3. Ketenangan dalam shalat
  2.  Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
  3. Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad, 4/418)
  4. “Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid (dengan tujuan) agar wanginya tercium orang lain maka shalatnya tidak diterima sehingga ia mandi sebagaimana mandi janabat(HR Ahmad2/444)

Wangi-wangian adalah salah satu kesenangan Rasul, namun untuk wanita wangi-wangian ini hanya boleh dipakai di dalam rumah saja, artinya hanya ketika bersama dengan suaminya saja. Lebih baik jika jenis wangi-wangiannya disesuaikan dengan selera suami istri, karena ada juga orang yang tidak tahan dengan wangi yang terlalu keras, bahkan ada juga yang sampai alergi.

Bermesraan

Sunat bersenda-gurau antara suami-istri sehingga melahirkan kasih sayang, bukan dengan paksaan.

Secara umum seorang suami hendaknya bersikap baik kepada istrinya seperti pada hadis berikut ini:

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda , خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي  “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap Istrinya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan istriku.”

Hal ini berlaku umum, jadi juga tetap berlaku ketika suami  sedang berduaan dengan istrinya.

Berikut ini hadis yang menyebutkan tentang bermesraan suami istri:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Jabir radhiyallahu ‘anhu ketika dia menikah dengan janda:

“فهلا بكراً تلاعبها وتلاعبك” (رواه الشيخان)، ولمسلم “تضاحكها وتضاحكك”

“Kenapa tidak gadis (yang engkau nikahi) sehingga engkau bisa mencumbunya dan dia mencumbumu?” (HR. Bukhari dan Muslim) dan dalam riwayat Muslim:”Engkau bisa mencandainya dan dia mencandaimu?”

Nasihat tentang bercumbu:

Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. Beliau bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu,” (HR. At-Tirmidzi).

Berikut ini nasihat ulama tentang bercumbu suami istri:

Nasihat dari Ibnu Qudamah; ”Dianjurkan (disunahkan) agar seorang suami mencumbu istrinya sebelum melakukan jima’ supaya bangkit syahwat istrinya, dan dia mendapatkan kenikmatan seperti yang dirasakan suaminya. Dan telah diriwayatkan dari ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullah bahwasanya dia berkata:”Janganlah kamu menjima’ istrimu, kecuali dia (istrimu) telah mendapatkan syahwat seperti yang engkau dapatkan, supaya engkau tidak mendahului dia menyelesaikan jima’nya (maksudnya engkau mendapatkan kenikmatan sedangkan istrimu tidak).

Berdoa

  1. Sunat memulai dengan membaca Bismillah dan berdoa:
    Maksudnya: ‘ Dengan nama Allah, jauhkan kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari karunia yang Engkau berikan kepada kami” (Riwayat Bukhan dan Muslim)
    Ketika itu niatkanlah yang baik-baik, agar hubungan suami isteri itu menghasilkan anak yang soleh, yang beriman dan yang bertakwa.
  2. Istri hendaknya menghindarkan dari memandang kemaluan suami
  3. Hindarkan dari bertelanjang bulat dan menghadap kiblat. Sunat menutup tubuh dengan berselimut, misalnya dengan kain selimut.
    Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)

Memilih Waktu

Sunat berjima’ antara lain adalah pada hari Jum’at .

Hadis terkait:

Barang siapa yang menggauli isterinya pada hari Jumat dan mandi janabah serta bergegas pergi menuju masjid dengan berjalan kaki, tidak berkendaraan, dan setelah dekat dengan Imam ia mendengarkan khutbah serta tidak menyia-nyiakannya, maka baginya pahala untuk setiap langkah kakinya seperti pahala amal selama setahun,yaitu pahala puasa dan sholat malam didalamnya (HR Abu Dawud, An nasai, Ibnu Majah)

Tidak menunda

Seorang istri hendaknya tidak menunda hubungan suami-istri jika suaminya sudah memintanya. Hal ini nampaknya terkait dengan sifat alamiah laki-laki yang sangat mudah bangkit hasratnya.

  • Rasulullah bersabda: “Jika seorang istri dipanggil oleh suaminya karena hajat biologisnya, maka hendaknya segera datang, meski dirinya sedang sibuk.” (HR Turmudzi).
  • Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Umar, Rasulullah bersabda: “Allah melaknat wanita yang menunda-nunda, yaitu seorang istri ketika diajak suaminya ke tempat tidur, tetapi ia berkata, ‘nanti dulu’, sehingga suaminya tidur sendirian.” (HR Khatib).
  • Dalam hadis lain dituturkan: “Jika suami mengajak tidur istrinya, lalu sang istri menolak, yang menyebabkan sang suami marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat istri tersebut sampai pagi tiba.” (HR Bukhari dan Muslim).

Secara alamiah dorongan hasrat pada laki-laki lebih lebih mudah timbul. Selain itu juga salah satu pendorong laki-laki mendatangi istrinya adalah jika sang laki-laki melihat seorang wanita dan bangkit hasratnya:

Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Aliy : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul-A’laa : Telah menceritakan kepada kami Hisyaam bin Abi ‘Abdillah, dari Abuz-Zubair, dari Jaabir : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat seorang wanita. Kemudian beliau masuk kepada isterinya, Zainab, yang waktu itu sedang menyamak kulit miliknya. Maka beliau memenuhi hajatnya (menjimainya). Setelah itu beliau keluar kepada para sahabat dan bersabda : “Sesungguhnya wanita itu datang dalam rupa setan dan pergi dalam rupa setan. Karena itu jika seseorang dari kalian melihat wanita (tanpa sengaja, kemudian syahwatnya berkobar) hendaklah ia mendatangi isterinya (menyetubuhinya). Karena hal itu bisa menghilangkan (syahwat menggelora) yang ada dalam dirinya” [Shahiih Muslim no. 1403].

Bagaimana jika berlaku sebaliknya, yaitu istri yang berhasrat. Apakah suami juga wajib memenuhi keinginan istrinya? Dalam hadis tidak ada yang secara eksplisit menyebutkan bahwa suami tidak boleh menolak permintaan istri. Namun demikian memenuhi keperluan istri adalah termasuk salah satu kewajiban suami, jadi terserah pada kebijaksanaan suami apakah disegerakan atau ditunda. Di sisi lain secara biologis seorang laki-laki yang sehat cenderung tidak menolak jika istri ‘mengajukan diri’, kecuali jika ada gangguan kesehatan fisik ataupun batin.

Demikianlah beberapa adab-adab hubungan suami istri, moga-moga dapat bermanfaat bagi pembaca.

Referensi

  • Kitab “QURROTUL UYUN SYARAH NAZHAM IBNU YAMUN”
  • Hukum Setelah Berhubungan Intim Langsung Tidur / Tidak Mandi / Wudhu Dulu http://www.walimah.info/pasutri/hukum-islam-setelah-berhubungan-intim-langsung-tidur-tidak-mandi-wudhu-dulu/
  • https://thaahcorp.wordpress.com/sharing-info/tips/beginilah-adab-rasulullah-bercinta/
  • http://abul-jauzaa.blogspot.co.id/2014/06/solusi-ketika-melihat-wanita-cantik.html
  • Adab Jima’ dan Cara Berhubungan Intim Suami isteri dalam Islam https://fath102.wordpress.com/2011/04/25/adab-dan-cara-berhubungan-intim-suami-isteri-jima%E2%80%99-yang-baik-dan-yang-dilarang-menurut-islam/
  • https://www.islampos.com/adab-ketika-jima-2018/
  • http://www.psdgraphics.com/psd-icons/male-and-female-signs/

 

Leave a Reply

Powered by: Wordpress