Artikel Keluarga

Ilmu Dasar Membina Keluarga

Dalam kehidupan berkeluarga sering terjadi  masalah-masalah, yang salah satu penyebabnya adalah karena ilmu tentang berkeluarga yang tidak lengkap.

Hidup berkeluarga adalah habluminanaas (hubungan dengan sesama manusia), padahal selain habluminanaas kita juga harus laksanakan hubungan dengan Allah (habluminallah) dengan benar. Jadi untuk mendapatkan keluarga yang baik, kedua hal tersebut harus dilaksanakan bersamaan.

Berikut ini susunan ringkas ajaran Islam dari dasar sampai ke keluarga:

Struktur ilmu berkeluarga

Struktur ilmu berkeluarga

Penjelasan gambar:

  • Aqidah / rukun iman adalah dasar dari agama Islam. Iman di sini semestinya dipahami ilmunya sampai dihayati, jangan hanya ikut-ikutan tanpa ilmu. Uraian tentang ilmu aqidah dapat diikuti di artikel Uraian Rukun Iman. Ilmu aqidah ini semuanya mesti dihafalkan dan diyakini. Setelah ilmunya diketahui dan dipahami, selanjutnya mesti sekurangnya mencapai peringkat Iman Ayan.
  • Syariat / Rukun Islam. Sekurang-kurangnya mengamalkan rukun Islam dan kewajiban-kewajiban lain yang utama. Daftar ringkasnya ada di artikel Kewajiban Pribadi Utama Seorang Muslim.
  • Akhlak. Mesti tahu sifat-sifat buruk dan sifat-sifat baik dalam diri manusia, serta menghilangkan sifat buruk dan menambah sifat baik. Uraian sifat-sifat manusia ada di artikel Sifat-sifat Hati Manusia.
  • Keyakinan Berkeluarga, maksudnya adalah memahami bahwa keyakinan / aqidah adalah dasar dalam hidup berkeluarga, bukan semata-mata keinginan / naluri  nafsu manusia saja untuk memiliki pasangan hidup. Misalkan bahwa hidup berkeluarga itu tidak hanya di dunia saja, namun dapat kekal sampai di akhirat
  • Syariat Berkeluarga, artinya suami istri memahami hak dan kewajiban masing-masing dalam keluarga, serta meyakini bahwa hal-hal itu semuanya memiliki konsekuensi akhirat. Daftar ringkas kewajiban dapat dibaca di artikel Kewajiban Istri dan Kewajiban Suami.
  • Akhlak Berkeluarga, secara mudahnya adalah kasih sayang antara suami istri atas dasar aqidah dan syariat Islam. Akhlak dalam berkeluarga ini adalah penerapan secara intensif akhlak manusia.

Untuk dapat beramal juga ada tahap-tahapnya sebagai berikut:

  1. Mendapat petunjuk (hidayah) dari ALLAH. Awalnya adalah dari hidayah untuk meyakini agama Islam.
  2. Faham , artinya punya ilmu tentang yang mau diamalkan, dan memahami ilmu tersebut. Jadi dalam kasus khusus ini, istri mesti punya ilmu syariat tentang ketaatan istri dan ilmu tentang umroh.
  3. Yakin, artinya ilmu yang difahami tadi diyakini benar-benar berasal dari Islam dan mesti diamalkan.
  4. Melaksanakan ilmu yang sudah diketahui, difahami dan diyakini tadi.
  5. Sanggup bermujahadah atau melawan hawa nafsu. Dalam mengamalkan ilmu ini akan ada tantangan dari nafsu dan syaitan yang mesti dilawan. Dalam kasus umroh tadi bisa jadi ada keinginan diri yang tidak ingin mengalah dengan ketaatan pada suami. Termasuk di dalam melawan hawa nafsu ini melawan ajakan-ajakan dari keluarga untuk tidak taat pada suami.
  6. Istiqamah beramal, artinya mujahadah / melawan hawa nafsu tersebut mesti dilaksanakan terus menerus, tidak hanya sekali-sekali saja. Mungkin selama beberapa hari atau pada beberapa perkara mau taat pada suami, tapi pada hari-hari lain atau perkara-perkara lain susah untuk taat pada suami.

Jadi jika ada kasus-kasus dalam keluarga,  coba dilihat dulu apakah suami dan  istri paham syariat-syariat dalam berkeluarga? Jika tidak, dicek dulu ke dasarnya yaitu Syariat Islam dan Aqidah Islam. Jika hal-hal ini belum beres, lebih baik membenahi dulu perkara-perkara dasar. Jika perkara dasar belum beres, akan nantinya akan mudah timbul lagi masalah-masalah lain di ujung.

Demikian semoga bermanfaat kepada para pembaca.

Leave a Reply

Powered by: Wordpress