Artikel Keluarga

Kewajiban Pribadi Suami Istri

gerakan-shalat

Dalam kehidupan rumah tangga, sering muncul masalah antara suami istri, ataupun masalah dengan anggota keluarga lainnya.

Salah satu pangkal munculnya permasalahan keluarga tersebut adalah karena kewajiban pribadi (fardhu ‘ain) tidak selesai. Fardhu ‘ain tidak selesai, artinya hubungan antara manusia dengan Allah tidak sempurna. Jika perlindungan Allah tidak ada, maka akan banyak masalah yang terjadi.

Berikut ini uraian singkat hal-hal apa saja termasuk fardhu ‘ain.

Kewajiban pribadi (fardhu ain) seorang muslim cukup banyak. Dari sisi obyek kewajiban dapat dibagi menjadi beberapa:

  • Kewajiban kepada Allah & Rasul
  • Kewajiban kepada sesama makhluk

Kewajiban kepada Allah dan Rasul selalu ada bagi setiap individu muslim. Misal shalat wajib 5 waktu selalu wajib dalam kondisi apapun. Kedangkan kewajiban kepada sesama makhluk umumnya bisa ada ataupun tidak ada tergantung keadaan. Misalkan kewajiban-kewajiban suami kepada istri hanya berlaku bagi seorang laki-laki yang sudah menikah.

Dari sisi cabang ilmu Islam, kewajiban pribadi ini dapat dibagi menjadi 3 bagian:

  1. Kewajiban pribadi di bidang akidah / keyakinan
  2. Kewajiban pribadi di bidang amalan lahiriah / syariat
  3. Kewajiban pribadi di bidang amalan batin / akhlak

Daftar kewajiban pribadi utama setiap muslim dapat dilihat pada hadis tentang Iman, Islam dan Ihsan yang terkenal:

Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu berkata :
Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata : “Hai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,” lelaki itu berkata,”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.
Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Iman”.
Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.”
Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.”
Lelaki itu berkata lagi : “Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?”
Nabi menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.”
Dia pun bertanya lagi : “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!”
Nabi menjawab,”Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.”
Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?”
Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.” [HR Muslim, no. 8]

Berdasarkan hadis tersebut, berikut ini daftar ringkas kewajiban-kewajiban pribadi yang selalu berlaku bagi setiap muslim.

Kewajiban Pribadi Aqidah

Kewajiban di bidang aqidah adalah mengetahui ilmu-ilmu akidah yang pokok dan meyakininya dengan sepenuh hati.

Akidah yang pokok terdiri dari rukun iman:

  1. Keyakinan kepada ALLAH dan sifat-sifatNya baik sifat-sifat yang wajib, sifat-sifat yang mustahil dan juga sifat-sifat yang boleh.
  2. Keyakinan kepada para Rasul dan sifat-sifatnya.
  3. Keyakinan kepada kitab-kitab yang pernah diturunkan oleh Allah seperti Al Quran, Zabur, Injil dan Taurat.
  4. Keyakinan kepada para malaikat.
  5. Keyakinan kepada akhirat yang meliputi Syurga dan Neraka serta perkara-perkara lain yang merangkumi perkara di alam ghaib.
  6. Keyakinan kepada Qadha dan Qadar ALLAH.

Keenam perkara ini mesti diketahui ilmu-ilmunya dan diamalkan.

Detail lebih jauh ilmu tentang rukun iman dapat dibaca di http://cahaya-akhir-zaman.blogspot.com/2014/09/uraian-rukun-iman.html

Kewajiban Pribadi Syariat

Kewajiban di bidang syariat adalah mengetahui ilmu-ilmu syariat yang pokok dan melaksanakannya dengan sempurna.

Kewajiban pribadi yang pokok terdapat dalam rukun Islam, yaitu:

  1. Syahadat
  2. Shalat
  3. Shaum/ Puasa Ramadhan
  4. Zakat
  5. Haji

Lima kewajiban tersebut senantiasa wajib bagi setiap muslim dalam keadaan apapun. Perlu diingat juga bahwa dalam fiqih ada kaidah bahwa sesuatu yang diperlukan untuk terlaksananya sesuatu yang wajib, maka perkara itu menjadi wajib juga. Shalat syaratnya adalah suci, maka setiap muslim mesti dapat melakukan tindakan bersuci (thaharah) dari hadis kecil, hadis besar dan berbagai macam najis. Maka biasanya dalam pembahasan fiqih syariat, bab pertama biasanya mengenai bersuci/thaharah.

Selain kewajiban di atas ada juga kewajiban-kewajiban lain yang timbul karena aktivitas sehari-hari manusia, di antaranya adalah:

  • Menutup aurat, hal ini tidak wajib setiap saat dilaksanakan, namun menjadi wajib ketika melakukan  ibadah seperti shalat, dan juga wajib ketika seseorang bergaul dengan orang lain.
  • Makan makanan yang halal. Makan hukum dasarnya bukan suatu kewajiban, namun ketika kita makan, kita haruslah makan makanan yang halal.
  • Mencari nafkah yang halal
  • Kewajiban-kewajiban dalam keluarga. Berkeluarga / menikah hukum asalnya bukan wajib, namun ketika kita bergaul dengan sanak keluarga (suami/istri / orang tua / anak, dsb), kita mesti mengamalkan hukum-hukum syariat dalam berkeluarga. Misal kewajiban suami terhadap istri, dan kewajiban istri terhadap suami.

Kewajiban Pribadi Akhlak

  • Beribadah kepada Allah seakan-akan kita melihat Allah & Allah melihat kita.

Akhlak ini sangat penting, karena tanpa akhlak maka tidak ada kasih sayang, sedangkan dalam keluarga jika tanpa kasih sayang maka rasanya sangat tersiksa.

Ibadah ini yang dimaksud adalah ibadah khusus seperti shalat, puasa dsb, dan juga ibadah umum seperti semua amal kita sehari-hari. Jika dalam beramal ada perasaan bahwa Allah itu ada, maka otomatis perbuatan kita sehari-hari akan lebih terkawal. Jika kita hanya takut pada undang-undang manusia, maka ketika tidak ada manusia yang mengawasi maka perbuatan kita tidak terkawal, sangat mudah jatuh ke perbuatan maksiat.

Jika kita melakukan amal yang tidak diketahui siapapun, kita tetap merasa bahagia karena Allah tahu apa yang kita buat. Jika kita beramal tapi hanya mengharapkan pujian, maka amalan itu akan membuat kita tersiksa.

Sumber: http://cahaya-akhir-zaman.blogspot.com/2015/03/kewajiban-pribadi-utama-seorang-muslim.html

Leave a Reply

Powered by: Wordpress