Buah Fikiran Keluarga

Renungan Untuk Suami Istri Yang Keduanya Bekerja

working-300px

Kita merasa aneh dengan manusia pada hari ini. Sebagai renungan, mari kita lihat ganjil dan anehnya tentang suami-isteri yang keduanya bekerja. Di antaranya:

  1. Mereka mengeluh tentang penjagaan anak-anak, tapi isteri disuruh bekerja atau dia sendiri (si isteri) suka bekerja.
  2. Mengeluh mencari pembantu rumah amat susahnya, tapi isteri disuruh bekerja di luar rumah. Tidak senang bila isteri kurang memberi layanan. Bagaimana hendak melayan suami, pulang ke rumah isteri sudah letih. Adakalanya istri malah pulang larut malam.
  3. Isteri-isteri ada yang cemburu dengan pembantu-pembantu rumah tapi malangnya dia sendiri yang inginkan ada pembantu di rumah.
  4. Ada suami isteri takut mengambil pembantu rumah, maka dipanggillah ibunya untuk menjaga anak-anaknya. Sudahlah dulu ibu yang menjaga kita, sekarang anak kita pula kita suruh ibu kita menjaga. Di mana adab kita dengan orang tua? Sepantasnya orang tua kita itu kita persilakan istirahat saja dan kita yang menjaga orang tua kita, bukan orang tua yang malah menjaga kepentingan-kepentingan kita.
  5. Kita inginkan isteri taat setia kepada kita. Bagaimana dia hendak setia, sebelum menikah lagi dahulu perangai kita telah diketahuinya. Di samping itu dia bekerja sendiri ada penghasilan. Adakalanya gaji istri lebih besar daripada gaji suami dan ijazahnya lebih tinggi dari ijazah suami. Istri dapat berdiri sendiri. Dengan keadaan seperti itu, bagaimana istri dapat memberi sepenuhnya ketaatan kepada suami?
  6. Isteri pula tidak senang dengan kurangnya layanan dari suaminya. Istri lupa, yang biasa melayani makan minum suaminya adalah pegawainya (di kantor) atau ibunya (waktu kecil). Suami pulang ke rumah sudah terlalu letih. Adakalanya suami sudah ada di rumah, istri belum pulang lagi dari kerja. Adakalanya suaminya mengambil cuti, isteri tidak dapat cuti. Adakalanya suami ada mobil, isteri juga ada mobil. Masing-masing pakai mobil masing-masing, seorang ke hulu seorang ke hilir. Sebagian isteri walaupun sudah pulang ke rumah pun, orang masih mencari dia karena dia orang penting di masyarakat. Jika demikian, kapan ada waktu untuk melayani suami? Orang datang ke rumah bukan mencari sang suami, namun mereka mencari isteri, misalkan dalam kasus sang istri adalah orang penting dalam pemerintahan/perusahaan. Dalam keadaan seperti itu, bagaimana tidak sedih hati suami.
  7. Kita tidak senang dengan perangai anak-anak kita. Selalu saja anak-anak keluar rumah, pulang lewat malam. Taat setianya sudah tidak ada lagi dengan orang tuanya. Macam-macam perkara dibuat di luar rumah. Kita lupa kita suami isteri bekerja, selalu tidak ada di rumah. Anak-anak terlantar dan tidak terurus. Kalaupun ada yang mengurus anak-anak, hal ini diserahkan ke orang lain yang kita gaji. Tidak akan sama pengurusannya dengan ibu bapaknya sendiri. Kita sebagai ibu bapa, bila pulang, badan sudah letih. Mudah saja marah-marah dengan anak-anak. Sudahlah begitu, kita sebagai suami isteri atau ibu bapa di dalam keluarga, tidak menjaga syariat pula. Misalkan kalau shalat di rumah tidak berjemaah. Anak-anak tidak ditekankan pentingnya shalat. Menjaga adab dengan ibu bapak tidak diajarkan. Bagaimana juga dengan makan minum, berpakaian, tidur, istirahat, adab dengan tetangga juga tidak didisiplinkan. Jika pengurusan anak seperti itu, aneh kalau kita kemudian susah hati dengan anak-anak yang telah menjadi liar.

Sudahlah begitu, TV pula memainkan peranan mendidik kita dan anak-anak kita di luar adab sopan agama dan bangsa. Pengaruh TV itulah yang membangunkan kepribadian kita dan anak-anak. Kemudian kita merasa tersiksa di dalam keluarga karena masing-masing tidak ada rasa bersama dan kerjasama, tidak ada timbang rasa, tidak ada hormat-menghormati dan tenggang rasa sudah tidak wujud.

Kemudian kita yang di dalam rumah tangga atau keluarga yang sudah kusut itu pergi bekerja ke kantor, ke pabrik, ke sekolah. Sudah tentu sekalilah kita membawa fikiran yang kusut, jiwa yang serabutan di tempat kerja kita. Penyakit rumah tangga itu terbawa pula di tempat kerja. Di sana pula sudah tidak dapat bahagia.

Credits

  • Clipart: https://openclipart.org/detail/140587/working-with-laptop

Leave a Reply

Powered by: Wordpress