Artikel Keluarga

Tindakan Terhadap Istri Durhaka (Nusyuz)

lightning-220px-Blitze_IMGP6376_wp

Kadangkala ada istri yang durhaka pada suami karena berbagai hal, seperti diuraikan di artikel Istri Yang Durhaka pada Suami

Tindakan terhadap istri nusyuz terdapat dalam Surat An Nisaa’ ayat 34:

Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[291], maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[292]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Catatan terhadap ayat tersebut:

  • [291]. Nusyuz: yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. Nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.
  • [292]. Maksudnya: untuk memberi pelajaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. Bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.

Jadi yang perlu dilakukan adalah:

  • Menasihati dengan kata-kata yang baik. Jika suami merasa dirinya tidak cukup ilmu, dapat mengundang guru agama untuk mendidik istri, atau istri dapat dibawa ke guru agama yang baik
  • Jika suami sudah memberi nasihat namun tidak ditaati oleh istri, maka suami dapat memberikan tahap berikutnya yaitu pisah tidur sampai istri mau taat.
  • Jika setelah pisah ranjang masih tidak taat, suami dapat memukul istri dengan pukulan yang tidak melukai istri
  • Jika setelah diberi pukulan masih tidak taat, maka suami dapat memberikan ancaman untuk bercerai, dan kalau masih tidak ditaati juga istri tersebut dapat diceraikan.

Catatan

  • Seorang istri dapat taat pada suami hanyalah jika sudah dididik dengan baik, dikenalkan dengan Allah dan syariatnya. Suaminya juga mesti lebih dahulu menjadi contoh bagi istrinya, dengan taat 100% kepada segala perintah Allah. Jika suami tidak dekat dengan Allah, dan kemudian tidak dapat mendidik istrinya, maka susah istri dapat taat dengan suami.
  • Perceraian adalah suatu hal yang boleh dilakukan oleh suami, namun perceraian ini sangat tidak disukai Allah. Jadi coba dulu dikaji apakah masalah pada istri sedemikian beratnya. Jika istri sudah sampai melanggar perkara aqidah atau syariat pokok, memang perlu diingatkan dengan tegas. Contoh masalah syariat pokok adalah tidak mau menutup aurat, tidak shalat, dan sebagainya.

Ilustrasi: https://en.wikipedia.org/wiki/Lightning

7 Comments

  • Shah ukays
    03/06/2015 - 01:09 | Permalink

    Baik punya

  • dastan
    27/06/2015 - 06:49 | Permalink

    Assallaamu’alaikum pak ustadz
    Ane mw tanya ni apa yg harus ane lakukan jika sifat-sifat istri ane seperti ini:

    1. semenjak istri hamil n sudah melahirkan dia tidak bisa lagi menuruti apa kataku n tidak bisa melayaniku lagi

    2. Istri tidak pernah masak dirumah tidak pernah bikini aku kopi (jika aku marah baru dia buatin) kami makan ditmpat mertua krena istri sering kesana dengan anak meski kami sudah pisah rumah meski jaraknya berdekatan

    3. sudah 3 bulan (sejak bln 1 smpe bln 3 2015) setiap aku ajak berhubungan dia selalu tidak mau dengan alasan capek lesu n kemalaman sudah ngantuk. ( N pada tanggal 5 maret 2015 aku diusir mamanya dari rumah kami sendiri.)

    4. piring cangkir yg ada dirumah aku yg nyuci sendiri jika aku ingin ngopi baru aku nyuci, piring n cangkir pernah sampe 2 minggu tdk dicuci .kalau dibilangin marah n alasannya capek lesu.

    5. setiap ribut dia selalu mengadu sama orang terutama kepada mama nya n 1 kejadian dia mengadu sm
    ayahku karna aku marahi dia.

    6. nada bicara istri tidak bs dijaga bisanya kasar panggil aku saja kau bknnya bapak atau kk

    7. selalu menghina orang lain dengan membandingkan keadaan materi yg dia miliki .. yg lebih parahnya lagi dia menghina ibuku n menghujat ibuku itu yang tidak bisa aku terima

    8. selalu menuntut lebih padhl dia tw aku gajian 3 bulan sekali n selalu ingin aku cari uang mw halal or haram tidak apa apa ttp jika aku kluar pakai motr dia langsung telpon nyuruh pulang bagaimana mau cari uang jika dia begitu itu yg tdk ia fikirkan sama sekali.

    9. hinaan dari mamanya yg menyatkn kl aku tebu busuk sangat menghina n dia jg bilang jika tidak ada ongkos ini ongkos untukmu pulang sangat merendahkan derajatku …

    Sudah hampir 4 bulan aku pisah ranjang atas pengusiran mamanya dan tidak ada kabr sekali dari dia, aku pernh coba telpon diangkat tapi tidak bicara dan aku juga pernah ketempt kerjanya tapi ketika dia melihat aku langsung muka sinis dan langsung pergi pulang.

    Apa yang harus aku lakukan sekarang pak ustadz??? Dengan semua kejadian itu

  • dastan
    05/07/2015 - 05:57 | Permalink

    Kemarin saya coba temui istri ditmpt kerjanya akan tetapi si istri acuh sewaktu melihat saya..
    Alhamdulillah seblm saya diusir dr rumah saya insya’allah semua kewajiban sudah saya jalani pak ustad..
    Yg ingin saya tanyakan apakah saya harus tunduk sm istri dan kluarganya atau apakah saya harus ambil keputusan yg tegas pak ustadz didalam kondisi saya sekrang iini??
    Apakah saya harus menunggu etikat baik dr kluarga mereka pak ustadz??

  • Pingback: Solusi Permasalahan Keluarga Bagi Suami | Keluarga Islami

  • andik
    22/09/2015 - 16:35 | Permalink

    Assalamualaikum ustadz.

  • andik
    22/09/2015 - 16:53 | Permalink

    Assalamualaikum ustadz. Saya mau tanya bagaimana menurut agama islam tentang masalah saya

    awalnya masalah isteri saya punya masalah prilaku yg jelek terhadap orangtua saya sering menjelekkan orangtua saya di depan saya, belangsung bertahun tahun sampai akhirnya saya kumpulkan orangtua saya mertua dan istri, saya sampaikan apa yg menjadi keluhan saya tapi ibu mertua saya malah berkata yg menyakiti orang tua saya, sejak saat itu saya sakit hati dg keluarga istri, saya sudah lakukan apa yg ada di islam, membimbing tidak memukul pisah tidur sampai saya ancam cerai, tapi istri saya tidak berubah, sampai akhirnya saya tersesat dan selingkuh dg wanita lain yg mana menjadikan istri saya tambah berani berkata kasar tidak senonoh bukan hanya ke saya tapi juga orangtua saya padahal saya sudah minta maaf dan bahkan orangtua saya juga minta maaf, sekarang istri saya menceritakan masalah rumah tangga sampai ke kantor saya dan pimpinan saya. Dan prilaku kasar serta omongan kasar masih saya terima. Seandainya saya menuntut cerai resiko saya kehilangan pekerjaan Dan saya terpaksa bertahan demi menafkahi anak2 saya, jujur saja saya sudah tidak ada rasa ke istri saya, dan istri saya yg bisa mengurus perceraian tetapi tidak mau,
    Mohon pencerahan dari ustadz bagaimana posisi saya dimata islam? Dan apa yg sebaiknya saya lakukan? Terima kasih

  • Leave a Reply

    Powered by: Wordpress